Kasus pasangan Yang Di Hakimi Warga Tidak Melakukan Mesum

RN yang sudah berumur 28 tahun dan juga MA yan sudah berumur 20 adalah pasangan kekasih dewasa seperti umumnya dan bahkan mereka sudah akan segera melakukan pernikahan.

Mereka berdua harus di arak-arak oleh oleh masa dan bahkan sampai di telanjangi. hal tersebut di karenakan meraka di tuduh melakukan perbuatan jinah atau mesum.

kejadian tersebut bisa terjadi karena hanya sang peria yang datang kekontrakan pasangannya untuk mengantarkan makanan kepasangannya.

lalu kemudian tiba-tiba warga marah dan memaksa jika pasangan tersebut melakukan mesum tanpa  adanya bukti.

Keterangan yang di berikan polisi adalah jika pasangan yang di gerebek oleh warga Cikupa kabupaten tanggerang, jika mereka bukanlah pasangan mesum, mereka adalah pasangan kekasih yang sudah memiliki rencana untuk menikah.

Sibilul sebagai pihak yang berwajaib mengatakan ” Si peria mengatarkan makanan ke rumah pasangannya, habis itu dia masuk untuk sikat gigi. setelah itu tiba-tiba warga langsung datang dan memaksa mereka mengaku telah berbuat mesum dan mereka di telanjangi. akan tetapi mereka berdua masih menggunakan pakaian denganlengkap.”

“Mereka berdua yang menggunakan baju dipaksa mengaku telah melakukan mesum dan di tarik-tarik baju mereka oleh oknum itu.”

“Yang perempuan menggunakan kaos dan di paksa buka oleh seorang oknum dan sedangkan yang peria menggunakan baju berkerah dan kemudian krahnya di tarik, kemudian di pukuli, di tampar lalu di gelandangkan, ”

“Yang menjadi masalah utama di sini adalah bukanlah tindakan mesumnya, akan tetapi polisi yang selalu terlambat dalam hal kejadian seperti ini, saya tidak menginkan hal ini terjadi.”

“Dalam kejadian ini sudah  kita dilakukan visum, karena sudah memang jelas terbukti kejadian seperti apa dan siapa saja yang melakukannya.”

“Yang merupakan Pelaku sudah kami aman kan tiga orang akan tetapi masih akan kami kembangkan kasus ini, yang jelasnya yang menjadi pelaku-pelaku tersebut adalah orang-orang sekitar.”

“Untuk motif mereka malakukan hal ini masih belum bisa di pastikan, akan tetapi yang paling jelasnya mereka adalah profokator.”

korban mendapatkan tindakan kekerasan dan tidakkan memalukan dari warga yang membuat membuat mereka mejadi trauma. Mereka telah menjalani visum