Respon Yang Meyentuh Dari Rina Nose Soal Cacian Dari Ustad Somad.

Respon-Yang-Meyentuh-Dari-Rina-Nose-Soal-Cacian-Dari-Ustad-Somad.
Respon-Yang-Meyentuh-Dari-Rina-Nose-Soal-Cacian-Dari-Ustad-Somad.

 

Berita Terbaru – Vidio seorang usatd somad yang mencaci maki artis Rina Nose ditonton sudah lebih dari 755 vidio. Dalam vidio ini ustad somad memberikan bimbingan yang baik kepada setiap jamaah yang mendengarkan.

Lalu kemudian seorang Jamaah tersebut memberikan kepada sang ustad soal Rina nose yang lepas Hijab.

Ustad Somed sebagai seorang manusia yang memiliki sikap sombongnya itu memberikan pernyataannya tentang rina nose.

Dia sebagai seorang ustad tidak seharusnya berkata-kata caci dan maki. akan tetapi dia sebagai seorang ustas memberikan contoh kepada jamaahnya tentang caci maki tentang Rina Nose.

“Tentang fenomena Rina Nose yang buka jilbab, alasannya tak ada yang berubah sama saya, sama saja. Bagaimana itu pak ustadz?” Pertannyaan tersebut yang ditanyaakan salah satu jemaah yang ada dalam list pertannyaan.

Berikut Jawaban dengan rasa sombong seorang usatad “Rina Nose itu siapa? Artis..? Itu yang hidungnya pesek? Saya kalu artis-artis jelek kurang minat membahasnya, apa kelebihan dia?” Hal tersebutlah yang keluar dari mulut sang usatad.

“Dia tidak merubah isi hatinya. Yang dia ubah cuma tampilan fisiknya. Yang berubah Casing-nya saja,”

“Islam itu ketundukan dan kepatuhan, hijrah ini harus total. Makanya kalau hijrah perbuatan dan ucapanmu juga hijrah,”Lanjutnya.

Kata-kata caci maki seharusnya tidak keluar dari mulut seorang Usatad somad. caci maki yang diucapakan seoarng ustad somad membuat Rina Nose yang di Hina memberikan tanggapannya tentang penghinaan fisik seseorang.

“Saya memang jelek, pesek, buruk dan tidak memiliki kelebihan apa-apa. Saya sudah tau sebelum anda mengatakannya,” tulis Rina.

“Mereka yang beragama justru yang paling keras menghujat saya dan membuat saya takut” Ujar Rina dalam akun istagramnya @rinanose16.

Mereka tidak sadar bahwa menyampaikan ayat-ayat Tuhan dengan cara melempar kitab sucinya ke kepala orang hanya akan membuatnya sakit. Dia tidak akan membaca apalagi mengingat ayatnya, dia hanya akan mengingat betapa kamu merendahkannya, seolah ia orang paling berdosa di dunia.

Aku berulang kali mengingatkan bahwa kita semua memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi JANGAN COBA JADI TUHAN. Kita masih sama-sama menghamba. Dan melabeli orang dengan sebutan macam-macam, apalagi namanya kalau tidak sedang coba jadi Tuhan?

Aku sendiri berhijab. Berhijab itu mudah, yang sulit adalah berhijab tanpa merasa lebih baik dari mereka yang tidak berhijab. Ya, Rina melepas hijabnya. Tapi, jika aku berhijab dan merasa lebih baik dari yang tidak berhijab, maka aku telah lupa apa tujuan berhijab itu sendiri.
Orang-orang biasa akan bilang “Itu kan perintah Tuhan, ada di Al-Quran”.
Hmmm, perintah lainnya juga banyak, misal dilarang pacaran, dilarang meninggalkan shalat, dilarang bergosip, menipu, bersikap munafik, dilarang buang sampah dan merusak alam, dengki, iri hati, menghakimi, berprasangka buruk, marah-marah, dan larangan-larangan lainnya.

Pertanyaannya, larangan manakah yang tidak kau langgar?
Jangan kebiasaan menerakakan orang cuma karena punya dosa yang berbeda.
Kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir. – Agen Bola Tangkas.