Ini 5 Fakta Bangkrutnya Perusahaan Teh Sariwangi

STPro88.com – BERITA perusahaan teh raksasa Indonesia, PT Sariwangi Agricultural Estate Agency, disuarakan pailit atau pailit cukup menyentak publik Tanah Air.

Maklum, nama Sariwangi seperti itu ngetop di masyarakat Indonesia, lantaran produk teh celupnya. Lalu, apa dan bagaimana yang menyebabkan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency dinyatakan bangkrut?

 

Berikut 5 fakta sederhananya

1. Bukan Teh Celup

Perusahaan teh PT Sariwangi Agricultural Estate Agency berdiri sejak tahun 1962. Kantornya berada di Gunung Putri Bogor Jawa Barat.

Tahun 1970-an, Sariwangi kemudian memperkenalkan revolusi minum teh melalui produk teh celup. Ketika diluncurkan, produk teh yang sukses luar lazim sampai kini ini kemudian dikasih merek Teh Celup Sariwangi.

PT Sariwangi Agricultural Estate Agency dengan perusahaan afiliasinya, PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung, dikira kesulitan. Dua perusahaan hal yang demikian terjerat utang sampai Rp1,5 triliun ke sejumlah kreditur.

Melainkan, produk ini kemudian diakuisisi oleh Unilever pada 1989. Unilever pun sudah memproduksi sendiri produk ini.

Setelah produk Teh Celup Sariwangi diakuisisi, PT Sariwangi tetap melanjutkan bisnisnya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Nonton Film Online trading, produksi, dan pengemasan teh.

PT Sariwangi Agricultural Estate Agency masih memasarkan produk teh dengan merek SariWangi Teh Absah, SariWangi Teh Wangi Melati, SariWangi Teh Hijau Absah, SariWangi Gold Selection, SariMurni Teh Kantong Bundar.

 

2. Investasi Gagal

PT Sariwangi Agricultural Estate Agency kemudian mencoba berinvestasi di pengaplikasian teknologi untuk meningkatkan produksi perkebunan.

Perusahaan ini mengembangkan cara drainase atau teknologi penyiraman air dan sudah mengeluarkan uang secara besar-besaran.

Presiden Direktur Sariwangi, Andrew Supit. Perusaan teh Sariwangi disuarakan pailit atau pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat sesudah disuarakan tidak kapabel mengembalikan utang sebesar Rp 1 triliun.

Melainkan hasil yang didapatkan tidak seperti yang diharapkan. Sudah terlanjur utang besar, namun pendapatan tidak sesuai prediksi.

Ujung-ujungnya, pembayaran angsuran utang tersendat. Sejumlah kreditur mulai mengajukan tagihan.

 

3. Utang Rp 1,5 Triliun

Situasi keuangan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency bersama perusahaan afiliasinya PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung, mulai terendus pada tahun 2015.

Dua perusahaan ini rupanya terjerat utang sampai Rp 1,5 triliun ke sejumlah kreditur.

Tercatat, ada lima bank yang mengajukan tagihan pada tahun itu, ialah PT HSBC Indonesia, PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Rabobank International Indonesia, PT Bank Panin Indonesia Tbk, dan PT Bank Commonwealth.

 

4. Memohon Penenteraman

Sariwangi sempat mengajukan perdamaian.

Dua perusahaan tersebut meminta Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada para kreditur.

 

5. Diungkapkan Tikar

Meskipun sudah dikasih penundaan keharusan pembayaran utang, namun sampai 2018, Sariwangi dan Maskapai Perkebunan Indorub tetap tidak dapat mengerjakan janjinya.

Pada Rabu (17/10), Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan permohonan pembatalan homologasi dari salah satu kreditur ialah PT Bank ICBC Indonesia kepada Sariwangi Agricultural Estate Agency, dan Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung.

Seiring dengan keputusan hal yang demikian, dua perusahaan perkebunan teh ini legal menyandang status pailit.

“Mengabulkan permohonan pembatalan perdamaian atau homologasi dari pemohon (ICBC), menyatakan perjanjian homologasi batal, menyatakan termohon 1 (Sariwangi), dan termohon 2 (Indorub) pailit dengan segala pengaruh aturannya,” kata Ketua Majelis Hakim Abdul Kohar ketika membacakan amar putusan, Selasa (16/10) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.