Polri gerak cepat tangani kasus Sarumpaet agar tidak menjadi potensi menganggu pilpres

Semarang (Berita Nusantara) – Kepolisian Negara Republik Indonesia bergerak pesat menangani kasus hoaks penganiayaan kepada Ratna Sarumpaet sebab berpotensi mengganggu Pemilu Presiden 2019, kata Ketua Program Magister Ilmu Politik FISIP Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono.

Apalagi, kata Teguh Yuwono di Semarang, Sabtu pagi, posisi Ratna Sarumpaet (saat itu) sebagai anggota Badan Pemenangan Nasional Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI Prabowo Subianto/Sandiaga Uno.

Menurut tamatan Flinders University Australia itu, kejadian serupa berpotensi akan berulang bila tidak ada kontrol para pihak, baik Polri, Komisi Pemilihan Awam (KPU), ataupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di segala level.

Teguh yang juga Ketua I Asosiasi Program Studi Ilmu Pemerintahan Indonesia (APSIPI) Jawa Tengah menyuarakan bahwa segala pihak sepatutnya mengapresiasi kerja Polri yang pesat memperkenalkan bukti-bukti hingga Ratna Sarumpaet mengakui bahwa tidak ada penganiayaan kepada dirinya.

Sesudah ada pelaporan, Selasa (2/10), Polri seketika bertindak dengan melaksanakan penelusuran. Di tengah ramainya twit mengenai kasus penganiayaan hal yang demikian, ada sejumlah akun yang kirim pesan melewati layanan jejaring sosial Twitter ataupun WhatsApp berisi “Laporan Hasil Penelusuran Viralnya Info Pengeroyokan Ratna Sarumpaet”.

Dalam laporan, baik berupa foto ataupun portable document bentuk (PDF), terbongkar bahwa pada hari-H penganiayaan kepada Ratna Sarumpaet, 21 September 2018, tidak ada konferensi negara asing di Jawa Barat sebagaimana informasi dari RS. Pun, dalam laporan berbentuk PDF sebanyak 11 halaman itu, menceritakan bahwa Polda Jabar menurunkan anggotanya untuk mengecek 23 rumah sakit di provinsi itu. Tapi, tidak ada pasien atas nama Movie Keren Ratna Sarumpaet.

Seperti pula, hasil koordinasi dengan pihak berkaitan, seperti Bandar Internasional Husein Sastranegara, taksi, aviation security (avsec), sopir rental, porter, dan tukang parkir, tidak mengenal momen pengeroyokan kepada Ratna Sarumpaet.

Laporan itu juga memuat hasil penelusuran Polda Metro Jaya yang menyuarakan fakta “call data record” nomor telepon seluler 62811950XXX semenjak 20 s.d. 24 September 2018, nomor hal yang demikian aktif di daerah Jakarta.

Halaman berikutnya dari “Laporan Hasil Penelusuran Viralnya Info Pengeroyokan Ratna Sarumpaet”, seorang petugas menunjukkan Ruang Rawat Inap Ratna Sarumpaet (Ruang B.1 Lantai 3 RS Khusus Bedah Bina Estetika Jakarta Sentra).

Tidak cuma itu, memperkenalkan pula foto Ratna Sarumpaet bersama pembantu keluar dari kamar rawat inap, lift, hingga yang bersangkutan keluar RS dengan mengaplikasikan taksi.

“Bukti-bukti ini memperlihatkan kinerja polisi yang profesional sekaligus membuat Ratna Sarumpaet enggak dapat menghindar sehingga dia minta maaf kepada publik”, kata Teguh Yuwono.

Bandar diwartakan, saat akan ke Chile, Ratna Sarumpaet diamankan di Bandar Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Kamis (4/10).

Polda Metro Jaya lalu mempertimbangkan perempuan berusia 69 tahun itu sebagai tersangka, kemudian membendung yang bersangkutan selama 20 hari ke depan, mulai Jumat (5/10) malam.