5 Transformasi Majalah Indonesia Dulu dan Sekarang

Berita Nusantara – Sebelum Google dan media online menginvansi, beberapa dari kalian mungkin dulunya acap kali kali abonemen majalah, dan tabloid. Sementara para orang tua lebih menyenangi abonemen surat info yang dikirim setiap pagi.

Flashback ke era kejayaan media cetak, yang mana para pembaca tak tabah mau langsung menilik edisi baru demi tren fashion hip, kesehatan, info penggiat seni, kisah inpirasi, cerita pendek sampai ramalan zodiak.

Walaupun kini beberapa media cetak memilih untuk tutup, namun masih ada juga lho yang bertahan dan diminati oleh banyak orang. Jelas saja, media cetak dianggap lebih credible karena dibuat via penyeleksian tulisan yang ketat, sampai seharusnya rapat redaksi yang melewatkan ketua redaktur beserta jajaran editor.

Lain halnya dengan media digital yang bisa terbit setiap menit tanpa via progres penyeleksian ketat. Oleh karena itu, media online dianggap lebih cepat apabila dibandingkan cetak.

Hanya mengobati rasa rindumu pada media cetak yang lampaunya jadi langgananmu, berikut potret transformasi majalah Indonesia!

1. KaWanku

KaWanku

Di permulaan berdirinya pada tahun 1970, KaWanku diperuntukkan si kecil-si kecil. Namun seiring dengan perkembangan zaman, karenanya majalah ini diperuntukkan remaja.

Nah, apabila di Gadis ada Gadis sampul karenanya di KaWanku ada Moka yang juga melahirkan sederet bintang beken tanah air. Seperti, Laudya Chintya Bella, Zaskia Mecca sampai Talitha Latief. Namun sayangnya, majalah ini sudah berhenti cetak sejak tahun 2016 dan digantikan dengan versi digital, merupakan kawankumagz.com dan mengubah namanya lagi menjadi cewekbanget.id.

 

2. Femina

Femina

Dengan mengemas slogan Gaya Hidup Masa Kini, Femina terbit perdana pada September 1972. Model cover pertama dari majalah ini bernama Turi Malaon yang merupakan istri dan ibu dua orang si kecil. Sementara suaminya merupakan pemain drama sekalian dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia terpilih karena dianggap menginspirasi wanita Indonesia.

 

3. Gadis

Gadis

Gadis diterbitkan sejak tahun 1973. Para remaja di era dahulu sampai saat ini bertumpu sekali dengan majalah satu ini. Seandainya kau mau up to date soal cewek, dari mulai makeup, fashion, sampai kisah romansa, seharusnya banget untuk abonemen Gadis.

Salah satu ajang yang diselenggarakan oleh majalah ini merupakan Gadis Sampul, yang mana para alumninya banyak berkecimpung di dunia hiburan Indonesia. Ucap saja Dian Sastrowardoyo, Astrid Tiar, Titi Kamal, Acha Septriasa, sampai Vanesha Prescilla.

 

4. Kartini

Kartini

Di permulaan kemunculannya, majalah ini memiliki nama Madonna yang terbit perdana pada tahun 1972. Tetapi suatu hari berganti nama dan menerapkan slogan Inspiring Reality dengan tujuan agar menginspirasi wanita-wanita Indonesia.

 

5. Hai

Hai

Pertama kali diciptakan saat tahun 1977 dan dikhususkan untuk remaja putra. Sementara di permulaan terbit, Hai menampilkan komik terjemahan dan mulai berganti menjadi majalah tentang dunia hiburan serta pelajar pada tahun 1980.

Lewat majalah ini pula, masyarakat jadi mengenal cerita Lupus, Catatan Hati Boy, sampai Sebagian-si kecil Mami Alin. Walaupun seri cerita yangd diterbitkan di sini juga acap kali kali diangkat ke layar kaca, lho. Walaupun sudah mempertimbangkan berhenti cetak pada tahun 2017, namun Hai masih bisa dirasakan via versi digitalnya, merupakan hai.id.

Walaupun kini media cetak sudah diambil alih oleh versi digital, namun mereka masih di hati. Apalagi kalau soal ramalan zodiak yang ditunggu-tunggu setiap minggunya. (ind/flk)