Rupiah Semakin Menguat, Para Warga Mulai Serbu Dolar AS

Berita Nusantara – Rupiah makin perkasa terhadap dolar AS. Sampai pagi tadi dolar AS terus melemah dan berada di angka Rp 14.779. Dari pelemahan dolar AS yang terjadi ketika ini, masyarakat mulai memanfaatkannya sebagai ladang investasi.

Dari hasil pantauan StPro88, money changer Valuta Inti Prima (VIP) yang ada di wilayah Menteng Jakarta Sentra menonjol penuh oleh para penukar mata uang asing.

Sampai pukul 12.00 WIB saja, money changer ini sudah memiliki antrean ribuan orang. Pun, 600 orang diantaranya merupakan penukar yang sudah memesan mata uang asing di hari sebelumnya dan baru menerima uangnya pada hari ini.

Kemudian 800 orang yang mengantri semenjak tadi pagi merupakan penukar mata uang asing di bawah US$ 1.000 dan 215 orang di antaranya merupakan penukar mata uang asing di atas US$ 1.000.

Berdasarkan salah satu karyawan VIP Money Changer, semenjak pagi tadi banyak yang membeli dolar AS. Ia mengatakan dolar AS yang dibeli konsumen ketika ini diberikan harga Rp 14.765 kemudian jikalau masyarakat ingin memasarkan dolar AS masyarakat dapat menerima Rp 14.735.

“Hari ini kebanyakan masyarakat beli dolar AS, padahal banyak juga yang tukar ke euro. Hanya kan dolar AS lagi murah jadi banyak yang beli,” terang ia terhadap StPro88 di VIP Money Changer, wilayah Menteng, Jakarta Sentra, Rabu (7/11/2018).

Sebagai info, Dolar AS berada di tahapan tertingginya di Rp 14.794 dan tahapan terendahnya di Rp 14.716.

Pelemahan dolar AS sudah terjadi semenjak Jumat minggu lalu. Dolar AS bertahan di atas tahapan Rp 15.000 sudah sekitar satu bulan.

Kali pertama dolar AS menembus Rp 15.001 pada 2 Okt 2018. Pada 5 Oktober 2018, dolar AS kembali melejit dan menembus tahapan Rp 15.180. Tahapan itu terus bertahan selama beberapa hari.

Penguatan dolar AS malahan semakin menjadi-jadi. Pada 11 Oktober 2018 dolar AS menembus tahapan Rp 15.235 yang merupakan tahapan tertinggi.

Dolar AS mulai menjinak semenjak akhir minggu lalu yang menurun ke tahapan Rp 15.128. Hari ini pelemahan dolar AS berlanjut dan meninggalkan tahapan Rp 15.000.