Anggaran Infrastruktur Rp 4.000 T, KPK Beri Perhatian Khusus

Stpro88Anggaran Infrastruktur Rp 4.000 T, KPK Beri Perhatian Khusus Pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla sedang menggenjot pembangunan infrastruktur di sebagian daerah. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan infrastruktur sebab anggaran besar, sekitar Rp 4.000 triliun.

“Ada sebagian hal, pembiayaan infrastruktur sekitar Rp 4.000 triliun, karenanya KPK punya perhatian khusus, salah satunya kawal anggaran, ada e-planning, ingin e-planning dan e-budgeting, serta kajian khusus proyek infrastruktur,” kata Laode terhadap wartawan di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Laode menyebut anggaran hal yang demikian rawan disalahgunakan oleh siapa malah. Apalagi pembangunan infrastruktur di daerah jauh dari jangkauan pemerintah pusat dan tidak adanya pemeriksaan tiap-tiap hari.

“Aku bilang bahwa (uang anggaran infrastruktur) itu Rp 4.000 triliun dari Sabang hingga Merauke, di mana banyak uang di situ. Kemungkinan penyalahgunaannya ada. Apalagi infrastruktur yang jauh di luar jangkauan pusat kekuasaan, itu juga memiliki kerawanan tersendiri sebab tidak ada pemeriksaan tiap-tiap hari,” jelas dia.

Kecuali itu, dia mengatakan, pembentukan anggaran harus baik dan ideal. Tapi tidak jarang kali pembentukan anggaran sudah disalahgunakan, umpamanya adanya uang pokir (pokok pikiran) dan uang ketok palu (peresmian).

“Betul, salah satu sumber korupsi di Indonesia itu saat pembentukan anggaran itu misal kita mendengar uang pokir (pokok pikiran). Ya jika sekarang itu jika kita jadi member DPR kan, jika membicarakan sesuatu, mereka harus berdaya upaya, kan. Tapi sekarang itu harus dibayar khusus. Memang agak aneh, melainkan itulah yang terjadi. Jadi ada dua uang pokok pikiran dan uang ketok palu. Banyak istilahnya,” jelas Syarif.