Hancurkan Banyak E-KTP tidak valid di Berbagai Sudut RI

Stpro88Hancurkan Banyak E-KTP tidak valid di Berbagai Sudut RI, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di beraneka tempat di semua penjuru Indonesia membinasakan e-KTP invalid. Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti terlihat di Kota Tarakan yang membinasakan sebanyak 118.821 keping e-KTP.

“Yang kita musnahkan berjumlah 118.821, setengah lainnya telah kita musnahkan tiga minggu lalu. Mengapa kita laksanakan pemusnahan karena mengerjakan surat edaran dari Menteri Dalam Negeri,” kata Sekretaris Disdukcapil Tarakan, Hamzah, di jeda aktivitas pembakaran e-KTP atau KTP-el di halaman parkir Gedung Gabungan Dinas, Senin (16/12/2018).

KTP-el yang telah rusak atau invalid patut dimusnahkan karena sungguh-sungguh rawan penyalahgunaan. KTP-el yang rusak atau invalid ini hasil dari perbaikan data, misalnya sebelum menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kalimantan Utara ialah bagian dari Kalimantan Timur. Jadi, ketika telah menjadi pemerintahan tersendiri, nomenklatur yang tertera di KTP-el patut diganti dari Kaltim ke Kaltara.

“Yang rusak ini, kecuali karena ada perbaikan data, misalnya ada penduduk luar Tarakan dan pindah untuk bertempat tinggal di sini secara otomatis patut ganti data kependudukannya, lebih-lebih domisili rumah, karena untuk data tanggal lahir, klasifikasi darah, nama, dan data biometrik tidak perlu diganti,” terangnya.

Di Bone, Sulsel, sebanyak 12 ribu keping lebih e-KTP yang diungkapkan rusak dimusnahkan.

“Sempurna kami musnahkan telah sebanyak 12 ribu lebih. Ini atas kebijakan pemerintah sentra untuk menertibkan semua KTP yang telah terbit tidak dipakai lagi,” kata Kadisdukcapil, Andi Darmawan.

Pihak Disdukcapil mengucapkan perlunya ketersediaan fasilitas blangko di tiap-tiap tempat yang memadai dari sentra untuk mensupport jalan masuk yang cepat dari permintaan masyarakat dalam pelayanan.

“Masih ada 20 ribu lebih yang masih belum menerima e-KTP, itu tinggal menunggu blangko dari sentra. Seandainya blangkonya itu siap, tidak ada alasan bagi Dinas Capil untuk menuntaskan penerbitannya. Namun sekarang blangkonya yang jadi kendala,” ungkap Andi Darmawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *