Berita Nusantara
Berita Terbaru

Sanksi Ekonomi Baru Dijatuhkan AS Pada Korea Utara

Berita NusantaraPemerintah Amerika Serikat melalui Presidennya Donald Trump, hari Jumat (23/02/2018) kemarin waktu setempat, dia mengumumkan lewat pemerintahannya sudah menjatuhkan sanksi ekonomi yang baru dan terbesar untuk salah satu negara di Asia yaitu Korea Utara. Sanksi ini sampai berlabel sebagai yang terbesar dalam catatannya yang pernah diberikan pemerintah Amerika Serikat untuk negara mana pun yang dan secara spesifik ditargetkan kepada kapal, firma perkapalan, serta perdagangan Korea Utara, seperti yang dikutip dari CNN (25/02/2018).

“Sanksi sudah kami jatuhkan kepada Korea Utara dan yang terbesar yang pernah kami berikan untuk negara mana pun. Kami harap hal yang positif akan terjadi,” ungkap Trump saat berpidato di acara Conservative Political Action Conference dan mengumumkan sanksi yang diberikan kepada Korut hari Jumat lalu.

Sanksi tersebut sendiri menyasar total sampai dengan 56 entitas dimana terdapat 27 perusahaan perkapalan dan juga perdagangan serta 28 kapal, baik yang sudah terdaftar di ataupun berbendera seluruh dunia dimana di dalamnya termasuk China, Singapura, Tanzania serta Korea Utara.

Ada 16 dari total tersebut yang merupakan firma perkapalan dari Korea Utara dimana termasuk Chonmyong Shipping Company Limited, Korea Achim Shipping Co dan Hapjanggang Shipping. Selain itu ada pula sembilan firma perkapalan serta sembilan kapal internasional yang juga masuk dalam sanksi tersebut. Kapal-kapal tersebut diantaranya ada Asia Bridge 1, Hao Fan 2, Hao Fan 6 dimana ketiganya masuk dalam daftar hitam oleh PBB bulan Oktober 2017 lalu serta yang terakhir Xin Guan Hai.

Sementara firma internasional yang terkena sanksi diantaranya ada Shandong, Shanghai-Dongfeng Shipping Co. Ltd, serta Shen Zhong International Shipping. Selain itu tidak hanya menyasar ke seorang warga negara Taiwan yakni Tsang Yung Yuan dimana diketahui telah melakukan kerja sama ekspor batu bara dengan salah seorang broker asal Korea Utara yang memiliki basis di Rusia.

Menteri Keuangan Amerika Serikat yakni Steve Mnuchin turut mengomentari sanksi yang dijatuhi AS kepada Korea Utara lebih lanjut mengatakan bahwa negaranya dengan agresif telah menargetkan segala sumber daya ekonomi ilegal dimana digunakan oleh Korut. Di dalamnya termasuk upaya memblokade firma, kapal, serta entitas di seluruh dunia dimana aktivitas dengan menggunakan nama mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *